Rodhial Huda: Pengeboran Migas Blok Natuna dan Source Base Dapat Memacu Pertumbuhan Ekonomi di Natuna

Natuna27 Dilihat

FOKUSKEPRI.COM, Natuna – Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda sambut baik kedatangan perusahaan minyak yang akan melakukan pengeboran di Kabupaten Natuna.

Kegiatan sosialisasi pengeboran Blok Tuna oleh Primer Oil dan pengenalan Industri Hulu Migas oleh SKK Migas di pimpin langsung Wakil Bupati Natuna Rodhial Huda di ruang rapat kantor bupati, jalan Batu Sisir, Bukit Arai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kamis (3/06/2021).

“Sebelumnya saya sudah lama mendengar kabar dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bahwa akan ada perusahaan minyak yang akan melakukan pengeboran di Blok Tuna Kabupaten Natuna,” kata Rodhial saat rapat berlangsung tanpa kehadiran Bupati Natuna, Wan Siswandi yang sedang bertugas di luar kota.

Baca Juga: Marlin Berharap Inovasi TTG Kota Batam Tembus Perlombaan Tingkat Nasional

Menurutnya, Pemkab Natuna juga sering mengundang perusahaan untuk membangun source base (basis sumber-red) guna meningkatkan ekonomi di Natuna.

Hal ini juga sejalan dengan tugas yang diberikan oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad saat melantik Bupati Natuna, Wan Siswandi dan Waki Bupati Natuna, Rodhial Huda 24 Mei 2021 lalu.

Gubernur Kepri mengharapkan pemerintah daerah untuk lebih serius dalam upaya menarik investor menanamkan modal di Natuna.

Lanjut Rhodial, dengan adanya source base dan perusahaan minyak akan mempengaruhi dana bagi hasil (DBH) Migas serta mendorong investasi lebih besar pada kegiatan eksplorasi dan pengembangan hulu migas ke depan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Riki Rahmat Fordau menyatakan bahwa SKK Migas berencana melakukan pengeboran Blok Tuna pada 23 Juni 2021 mendatang.

“Pengeboran akan dilaksanakan di Blok Tuna, yakni Pengeboran 2 sumur appraisal yaitu Singa Laut 2 dan Kuda Laut 2,” kata Riki.

Menurutnya Pengeboran tersebut merupakan lanjutan dari pengeboran sumur eksplorasi yang dilakukan oleh Premier Oil pada tahun 2014 silam.

Saat ini, Premier Oil sebagai operator di Blok Tuna memegang kepemilikan hak partisipasi (participating interest/PI) sebesar 65%, Mitsui Oil Exploration Co. Ltd. memiliki PI 25%, dan GS Energy 15%.

Riki juga berharap, dengan audensi ini adanya sinergitas dan dukungan dari Pemda dan FKPD agar tercapainya target produksi.

Di lokasi sama, Wakil Ketua II DPRD Natuna, Jarmin Sidik mengharapkan dengan adanya rencana pengeboran dua sumur tersebut oleh SKK Migas dan Premier Oil dapat melibatkan putra daerah.

Menurutnya, Kabupaten Natuna juga memiliki SDM yang cukup mumpuni di bidang minyak dan gas.

Mendengar harapan dari Wakil Rakyat itu, Riki mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup peluang bagi putra dan putri daerah untuk berkontribusi dalam pelaksanaan pengeboran.

“Asalkan memang ada potensi, kualitas dan juga berkompeten, makan kita akan menerima. Namun, kita lihat dulu kualifikasinya,” kata Riki.

Terakhir, Wabup Rodhial Huda menyatakan bahwa ia mendukung usaha pengeboran tersebut. “Semua usaha bapak kami dukung, yang kami inginkan hanya jangan jadikan kami sebagai penonton,” pungkasnya. (Bds)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *