Modus Jastip dari Pelabuhan Punggur Tujuan Tanjung Pinang Tanpa Pemeriksaan Mesin X-Ray Bagasi, Ratusan Koper Lolos Tiap Hari

BATAM, FOKUSKEPRI.COM – Modus pengiriman barang yang dikemas dalam koper melalui pelabuhan domestik Punggur tanpa melewati pemeriksaan mesin X ray mendapat sorotan media. Dari hasil penelusuran wartawan, Kamis (7/10/2026) malam, barang-barang yang dikemas dalam koper tersebut berasal dari gudang jastip di kawasan Buana Central Park, di seberang mall top 100 Batuaji, Batam.

Selanjutnya, barang-barang dalam koper yang sebelumnya dikemas/packing di gudang di kawasan Buana Central Park, diangkut menggunakan beberapa unit mobil granmax serta beberapa armada lain pada dinihari ke Pelabuhan Domestik Punggur dengan maksud supaya barang-barang dapat diberangkatkan trip pertama keberangkatan kapal tujuan Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang.

Informasi yang dihimpun, modus yang digunakan para pelaku adalah membawa barang yang telah dikemas dalam koper dengan menggunakan menggunakan beberapa armada pada pagi hari, saat para calon penumpang belum ramai di pelabuhan.

Kemudian barang-barang tersebut diangkut menggunakan troli secara bergantian, dengan sesegera mungkin lewat jalur belakang tanpa melalui proses pemeriksaan mesin x ray, yang seharusnya dilakukan setiap calon penumpang atau barang yang akan dikirimkan.

Tak tanggung-tanggung, dari Informasi yang dihimpun tim media diketahui, perhari putaran paket yang di kirim sebanyak 400-600 koper dengan biaya pengiriman sebesar Rp 200.000 per kopernya yang dibayarkan pemilik barang kepada pemilik usaha jastip berinisial ADR yang diketahui beralamat di kawasan Buana Central Park.

Namun anehnya, banyaknya koper-koper yang dikirim lewat kapal penumpang yang seharusnya dibatasi dan diperiksa, namun petugas seolah melakukan pembiaran.

Timbul pertanyaan besar dari publik:

– Bagaimana barang sebanyak itu bisa tak terlihat oleh petugas di pelabuhan?

– Seperti apa sesungguhnya mekanisme di pelabuhan sehingga ratusan koper yang diduga berisi barang paket, dan pakaian bekas tersebut selalu lolos dari pengawasan petugas pelabuhan serta petugas kepabeanan yang ditugaskan di pelabuhan tersebut?

– Apakah benar isu isu yang sebedar, ada oknum-oknum yang sengaja menutup mata agar para pelaku bisa leluasa melakukan aksinya?

Dengan adanya kejanggalan kejanggalan yang dianggap sebagian masyarakat adalah dugaan pebiaran dengan sengaja, diharapkan instansi terkait segera menyelidiki hal tersebut hingga tuntas.

Adapun kapal yang sering digunakan para pelaku adalah diduga kuat menggunakan kapal MV. OCEAN trip pertama tujuan pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang.

Diketahui, pada jam-jam kritis ini, petugas sering kali melakukan pemeriksaan secara manual yang kurang teliti karena mengejar waktu keberangkatan kapal pertama.

Diharapkan, instansi terkait lebih serius dan bertindak tegas dalam menangani pelaku-pelaku yang berpotensi merugikan penerimaan Negara tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi berwenang, untuk memastikan apakah cara mekanisme serta aturan di pelabuhan tersebut telah dilaksanakan dengan semestinya. (Tim)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *