DPRD Batam Bersama Dinas PU Tanggap Masalah Drainase di Kavling Senjulung

0

FOKUSKEPRI.COM, Batam – Menanggapi keluhan masyarakat terkait masalah banjir yang terjadi beberapa hari terakhir di Kaveling Senjulung, Lurah Kabil bersama tokoh masyarakat menggandeng Dinas PU Kota Batam dan Anggota DPRD Kota Batam Bobi Alexander Siregar melaksanakan normalisasi drainase, pada Jum’at (2/10/2020), dikutip dari laman media kabarbatam.com.

Normalisasi ini dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di RW 09 dan RW 10 Kaveling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa yang kerap menjadi langganan banjir disaat musim penghujan tiba.

Dalam kesempatan ini, Anggota DPRD Kota Batam Bobi Alexander Siregar mengatakan, normalisasi yang dilakukan pada hari ini guna mengantisipasi banjir yang kerap terjadi di wilayah Kaveling Senjulung.

“Usaha tetap akan kita lakukan yang terbaik bagaimana agar permasalahan banjir ini dapat kita atasi. Bukan tidak ada kepedulian Pemerintah Kota, Pemerintah Kota selalu peduli terhadap masalah banjir karena menjadi skala prioritas,” ujar Bobi.

Sebelumnya, normalisasi telah dilakukan namun banyaknya material-material yang ikut hanyut oleh derasnya aliran air disaat hujan membuat drainase di dua lokasi tersebut menyempit kembali.

Satu alat berat Long Am atau biasa disebut ekskavator berasal Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam dikerahkan dalam normalisasi kali ini.

Dijelaskan Bobi, Program ini tidak akan mungkin harus normalisasi terus dan ini sudah yang ke dua kali, normalisasi berlaku dalam kondisi darurat, namun pada akhirnya ini harus dibuat drainase yang permanen.

“Pembangunan drainase permanen memakan anggaran yang cukup besar, dana pokir Dewan tidak akan cukup menanggulanginya,” ujarnya.

Akibat pandemi Covid-19 ini, pengerjaan drainase sempat tertunda, dan pihaknya berharap agar perekonomian Batam khususnya semakin membaik dan mudah-mudahan kedepannya dapat teratasi semuanya.

“Harus dan wajib (drainase) ini normal, belum bisa dikatakan bebas banjir kalau masih dalam bentuk normalisasi. Harus dibuat parit permanen. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita perduli terhadap lingkungan kita ini dan semoga dengan turunnya alat ini, masyarakat kita tidak lagi mengalami kebanjiran,” terangnya.

Hal senada disampaikan oleh Lurah Kabil, Safaat, bahwa pihaknya menilai Pemerintah Kota Batam merespon cepat dalam menanggulangi permasalahan banjir ini.

“Sebelumnya normalisasi sudah pernah kita lakukan artinya Pemerintah Kota Batam terus melaksanakan apa yang menjadi perhatian dan keluhan masyarakat,” jelasnya.

Dikatakan Safaat, dimusim penghujan seperti saat ini perlu normalisasi kembali, bila perlu setiap 3 bulan atau 4 bulan sekali harus dikerjakan normalisasi.

“Saya meminta kepada masyarakat yang memiliki wilayah yakni RT, RW dan tokoh masyarakat, ini merupakan pekerjaan kita semua, ayo kita dukung, kita satukan pemahaman supaya banjir ini dapat teratasi,” tegasnya.

Safaat menghimbau kepada masyarakat Kabil, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dalam arti bila drainase ini sudah dinormalisasikan, masyarakat tidak lagi membuang sampah di drainase ini.

“Kami juga menghimbau kepada RT, RW, dan tokoh masyarakat terus memantau dan selalu bergotong royong serta mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan yang ada ditempatnya masing-masing,” pungkasnya.(Mr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here