BATAM, FOKUSKEPRI.COM – Gudang di dekat Galangan kapal PT Cih Indonesia diduga digunakan sebagai tempat penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal yang diperoleh dari hasil “kencingan kapal”.
Informasi yang diperoleh wartawan, Kegiatan bisnis ilegal Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar tersebut dengan modus menggunakan kapal yang bersandar di dekat Pulau Labu Kecil yang digunakan sebagai Penampungan Minyak “kencingan kapal”. Selanjutnya, setelah kapal penampung penuh, kapal bersandar ke dekat dermaga di sekitar PT Cih Indonesia untuk membongkar muatan minyak solar.
Lebih lanjut, Informasi yang dihimpun wartawan, gudang di dekat Galangan kapal PT Cih Indonesia tersebut tidak hanya melayani distribusi darat, tetapi juga memanfaatkan jalur perairan dekat Pulau Labu Kecil sebagai akses keluar masuk pasokan BBM. Aktivitas bongkar muat BBM jenis solar tersebut diduga berlangsung setiap hari siang dan malam hingga dini hari untuk menghindari pantauan aparat.
Baca Juga: Kepsek SMA 5 Negeri Batam Diduga Melakukan Pemalsuan Data Administrasi Pengangkatan PPPK
“Praktik ini sudah berjalan cukup lama. Anehnya, seolah-olah kebal hukum. Tidak ada tindakan tegas, padahal jelas melanggar,” kata salah satu warga Pulau Labu yang tidak mau disebutkan namanya, Senin (23/4/2026)
Untuk diketahui, pada umumnya permainan ilegal transaksi BBM yang dilakukan diperairan laut dilakukan oleh para pengusaha yang memiliki modal kuat serta memiliki jaringan keberbagai pihak sehingga berlangsung aman. Pasalnya untuk menjalankan modus ini, harus memiliki beberapa sarana, seperti kapal jenis SPOB (Ship Propeller Oil Barger).
Dari hasil pantauan wartawan di Pulau Labu, kamis (23/4/2026), terlihat 2 unit kapal bersandar di dekat Pulau Labu Kecil yang diduga sedang Transfer minyak dari kapal ke kapal atau disebut dengan istilah Ship-to-Ship (STS). selanjutnya, diduga aktivitas tersebut didalangi oknum pengusaha berinisial Pr dan beberapa rekanan bisnisnya.
Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kepri Kombes Silvester Simamora ketika dikonfirmasi melalui aplikasi percakapan WhatsApp soal adanya aktivitas transaksi BBM Ilegal tersebut mengatakan akan mengecek. “Nanti di cek dulu ya,” jawabnya singkat. Hingga berita ini dinaikkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak terkait. (Tim).
![]()







