BC Tanjungpinang Amankan Kapal Kayu Tanpa Dokumen dari Batam Menuju Tanjunguban

0

TANJUNGPINANG, Fokuskepri.com — Satuan petugas patroli Bea Cukai Tipe B Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengamankan sebuah kapal kayu yang memuat barang campuran asal kawasan bebas Batam (KPB) tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan, Jumat (18/2/2022).

Dalam kejadian tersebut, kapal kayu (pompong) tanpa nama beserta muatan di atasnya yang dibawa oleh HR (42) selaku nahkoda, berhasil diamankan di wilayah perairan Lobam, Bintan sekitar pukul 08.20 WIB.

Kronologi penindakan berawal saat tim Penindakan dan Penyidikan BC Tanjungpinang sedang melakukan patroli laut berdasarkan Surat Perintah No PRIN-26/KBC.0402/2022, dengan menggunakan kapal BC 15003 di wilayah perairan Lobam -Tanjunguban.

Baca Juga: Gubernur Kepri akan Tingkatkan Kesejahteraan Guru

Pada saat tim melakukan pengawasan, didapati satu unit kapal kayu tanpa nama tengah melaju dari arah Batam menuju perairan Lobam.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal. Ternyata kapal tersebut berlayar tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap HR, barang campuran tersebut hendak dibawa menuju pelabuhan Gentong, Tanjunguban.

Baca Juga: Ansar Ahmad Pimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan APBD 2022 

Tim P2 Bea Cukai Tanjungpinang segera melakukan penyegelan dan penegahan terhadap sarana pengangkut. Seluruh barang yang ada di kapal tersebut kemudian dibawa ke KPPBC TMP B Tanjungpinang.

Dugaan sementara pelanggaran yang dilakukan adalah bahwa tersangka diduga melanggar Pasal 30 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34 Tahun 2021 tentang Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang berbunyi:

“Pemasukan barang ke kawasan pabean atau tempat lain dengan tujuan untuk dikeluarkan dari kawasan bebas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1), wajib disampaikan dengan Pemberitahuan Pabean ke kantor pabean,” ujar Humas Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, sebagaimana rilis yang diterima oleh awak media.

Terkait hasil penindakan yang masih dalam dugaan tersebut, pihak BC Tanjungpinang masih akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut. ***

Berita sebelumyaGubernur Kepri akan Tingkatkan Kesejahteraan Guru
Berita berikutnyaDPR RI Kagum Batam Tetap Menggeliat di Tengah Pandemi, Jadi Inspirasi Daerah Lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here