BATAM, FOKUSKEPRI.COM – Aktivitas Ship to Ship (STS) pemindahan muatan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar semakin marak diperairan Batam.
Dari hasil penelusuran wartawan, Rabu (24/6/2026) terlihat satu unit kapal diperairan jembatan satu Barelang yang diduga baru selesai menampung minyak hasil “kencingan kapal”.
Salah satu narasumber yang berprofesi sebagai nelayan kepada wartawan mengungkapkan aktivitas Ship to Ship (STS) yang dilakukan ABK kapal tersebut sudah berlangsung lama.
“Kapal tersebut sudah lama melakukan aktivitas menampung minyak hasil kencingan kapal, selanjutnya saat muatan kapal penuh, kapal tersebut akan berlabuh disalah dermaga milik Bokjie di Punggur untuk memindahkan muatan.
Lebih lanjut Narasumber mengatakan kapal tersebut diduga bernaung di salah satu perusahaan badan usaha niaga umum Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berkantor di Kabupaten Karimun.
“Info yang saya peroleh, kapal tersebut diduga milik HD, anak salah satu pengusaha besar di Kabupaten Karimun,” ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Gudang Penampungan “Solar Kencingan Kapal” di Dekat Galangan Kapal PT Cih Indonesia
Lebih lanjut, hasil pantauan wartawan di lokasi pelabuhan milik Bokji yang berada di Punggur, terlihat beberapa unit kapal kayu yang bersandar di area pelabuhan yang diduga kuat tengah melakukan pelansiran BBM.
Salah satu warga sekitar kepada wartawan mengatakan pelabuhan Bokji cukup tertutup dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk.
“Pengawasan di Pelabuhan Bokji cukup ketat, hanya orang tertentu saja yang bisa masuk kedalam lokasi pelabuhan,” ungkapnya, Rabu (24/6/2026) malam.
Baca Juga: Lewat Operasi Laut Terpadu Jaring Sriwijaya, Bea Cukai Tangkap 2 Kapal Pengangkut BBM Ilegal
Tak hanya itu, akses utama keluar masuk area pelabuhan juga tertutup rapat menggunakan pintu gerbang besi. Bahkan, pelabuhan ini juga di jaga ketat oleh sejumlah sekurity.
“Kami juga sering melihat mobil tanki BBM keluar masuk dari area pelabuhan Bokji. Kita tidak dapat memastikan kerjaan apa yang mereka lakukan, karena akses tertutup rapat,” jelasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus berupaya melakukan penelusuran mendalam terkait aktivitas tersebut dan fakta-fakta yang belum terungkap. (Tim)
![]()







