Wabup Rokan Hilir Sulaiman Sampaikan Rancangan Perubahan KUA & PPAS 2022 di Paripurna DPRD

0
Wabup Rohil H Sulaiman menyerahkan Rancangan perubahan KUA & Perubahan PPAS tahun 2022 ke pimpinan DPRD Rokan Hilir, Jumat (23/9/2022).

ROKAN HILIR, Fokuskepri.com –  Sidang Paripurna ke -10 tengah malam, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohil penyampaian Rancangan perubahan KUA dan Perubahan PPAS tahun 2022, jumat (23/9/2022) pukul 00.35 WIB.

Sidang dibuka Ketua DPRD Rohil Maston didampingi oleh Wakil  DPRD H.Abdullah dan Wakil DPRD Basiran nur Efendi, Jumat  (23/9/22) pukul 00.35. Anggota DPRD yang hadir 32 dari 45 dewan terdiri berbagai unsur fraksi.

Ketua DPRD Rohil Maston menyatakan sidang Rapat Sidang Paripurna ke -10 penyampaian KUA dan PPAS  akan untuk dilakukan pembahasan pada anggaran perubahan 2022.

Maston berharap pengelola keuangan daerah dibentuk anggaran tidak berfungsi dapat dipergunakan manfaat untuk belanja daerah hal itu juga sejalan pengelolaan keuangan berpedoman pada peraturan pemerintah.

Penyampaikan KUA /PPAS 2022 oleh Wakil Bupati Sulaiman, mengatakan dipertengahan tahun anggaran terjadi perubahan Asumsi KUA  tahun 2022.

Salah satu adanya regulasi. Sulaiman menerangkan perubahan pendapatan daerah berasal dari belanja transfer pusat ke daerah seperti PMK No. 127/ PMK 2022 tentang kurang bayar dan lebih bayar DBH akan disalurkan tahun 2022. Adapun Silpa tahun 2021 dipergunakan menyumbang Silpa 2022, menutupi defisit anggaran tahun berjalan.

“Dana tak terduga dimanfaat untuk bencana alam seperti longsor, agar tidak terjadi korban lebih besar memakan nyawa dan mengendalikan dampak inflasi serta Perubahan KUA dan PPAS 2022, Pendapatan daerah perda 2022 belanja daerah Rp,1.851.761.458,331,” jelasnya.

Sementara Pendapatan Rancangan perubahan KUA/PPAS 2022 diperkirakan sebesar Rp 2 triliun lebih maka bertambah Rp 198 milyar sekian lebih rincinya rencana perda perubahan KUA/PPAS antaranya.

Pendapatan Asli Daerah diperkirakan sebesar Rp 184.454.000.000, dan  pendapatan  Transfer Rp 1.865.984.395.647.

Kemudian pendapatan sah Rp 86.650.000 milyar dipergunakan belanja pegawai, barang jasa, hibah bantuan sosial.

Untuk belanja modal Rp 426.098.851.640, Belanja tak terduga sebesar Rp 10.887.334.939, sedangkan  Belanja tranfer sebesar Rp 269.086.746.204.

Selanjutnya Penerima pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya Rp 150 Milyar menjadi Rp 197 milyar sekian .Sesual laporan pemeriksaan (LHP) BPK RI yang diterima beberapa waktu yang lalu.

“Pengeluaran pembiayaan tidak mengalami perubahan Rp 3.131. 740.000 Sedangkan sisa pembiayaan mengalami perubahan Nol sebelumnya mengalami defisit Rp 52 milyar lebih ” tutup Wabup mengakhiri penjelasan. (M Imran)

Berita sebelumyaMeningkatkan Investasi, Wabup Rohil Buka Bimtek Implementasi Perizinan Berbasis Risiko
Berita berikutnyaDisambangi Wali Kota Batam, Perihal Mobiler di SDN 04 Lubukbaja Lekas Teratasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here