BATAM, FOKUSKEPRI.COM – Keberadaan bangunan MBG dan tower dilahan sekolah SMK Negeri 5 Batam cukup menarik perhatian publik, khususnya dikalangan tokoh masyarakat Sagulung.
Tokoh Masyarakat Sagulung Saptono.,S.H.,M.H. menegaskan, sikap yang tidak bisa ditawar terkait penggunaan lahan sekolah yang diperuntukkan untuk kepentingan bisnis.
“Kita sepakat memperjuangkan agar setiap jengkal lahan sekolah murni diperuntukkan pendidikan, bukan untuk kepentingan lain atau bisnis,” ujarnya.
Baca Juga: Peremajaan Underpass Pelita Masuki Tahap Penyelesaian, Target Rampung Akhir Juli 2026
Saptono.,S..H.,M.H. juga meminta kejelasan transparansi terkait keberadaan fasilitas Dapur MGB dan menara pemancar/Tower di dalam lingkungan sekolah dan akan menjadi sorotan utamanya.
Keberadaan bangunan semacam itu sudah menyimpang dari fungsi utama lahan sekolah. Seharusnya lahan seluas itu dimaksimalkan untuk dibangun ruang kelas baru atau bengkel kerja(Workshop) praktek yang sangat dibutuhkan siswa.
Baca Juga: Soal Aktivitas Tambang di Desa Pekajang, Tim Legal PT CPM: Penuhi Prinsip, Memiliki IUP
“Jika ingin mengelola usaha atau fasilitas pendukung, seharusnya berdiri di atas lahan sendiri atau menyewa tempat di luar lingkungan sekolah, seperti yang banyak dilakukan di pusat perbelanjaan atau ruko,” tegasnya.
“Kita ingin tahu pembagian keuntungannya bagaimana, apakah ada kontribusi nyata yang masuk ke kas sekolah?, Berapa hasil dari sewa menara/tower dan operasional dapur tersebut?, Karena jika hanya menguntungkan pihak pengelola luar namun lahan pendidikan semakin sempit, maka hal itu tidak bisa kita biarkan terus berlanjut,” paparnya.
Saptono mengatakan sebagai langkah ke depan tokoh masyarakat sagulung akan menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi agar aset negara benar-benar terjaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan pendidikan anak-anak Batam bukan untuk bisnis pihak luar. (Tim)
![]()







