Batam, Fokuskepri.com – Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Hendra Asman, akhirnya bersuara, mengklarifikasi kondisi dirinya yang beberapa kali tidak mengikuti rapat paripurna.
Ia menanggapi permasalahan itu seusai sejumlah anggota dewan meminta dirinya mundur dari jabatan jajaran pimpinan DPRD Batam.
“Saya mengidap kangker usus stadium 4,” ucap Hendra di Batam, 13 November 2025.
Dalam kondisi itu, Hendra mengklaim tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan DPRD Batam, meskipun tengah berjuang melawan kangker tersebut.
Hendra mengaku bahwa kondisi kesehatan semakin hari semakin menurun. Namun hal itu tidak membuatnya berhenti bekerja.
Ia menegaskan masih menghadiri rapat dan kegiatan legislatif, meski dengan intensitas yang berkurang.
“Saya kondisi badan memang tidak baik-baik saja, tapi saya bukan berhalangan tetap. Saya juga masih hadir paripurna kok. Saya masih hadir acara dewan sendiri, masih hadir ke semua, hanya memang tidak sepenuhnya seperti dulu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dokter telah menyarankan agar dirinya mengurangi aktivitas tatap muka. Atas saran itu, ia sudah beberapa kali melayangkan surat kepada DPRD, Sekretariat Dewan, dan Badan Kehormatan (BK).
“Saya memang disarankan dokter untuk rehat dan kurangi aktivitas bertemu banyak orang. Tapi itu tidak mengurangi saya sebagai anggota DPRD dan Wakil Ketua III,” katanya.
Menanggapi anggapan bahwa kondisi kesehatannya membuat kinerjanya tidak efektif, Hendra menyebut hal itu tidak benar.
“Semua ini bukan masalah efektif atau tidak. Saya hanya diminta dokter untuk tidak tatap muka, tapi kalau lewat telepon, mobilisasi saya masih jalan kok. ‘Pokir’ saya masih saya kawal, masyarakat lapor juga saya tanggapi. Jadi saya kira tidak ada persoalan,” ucapnya menjelaskan.
Ia menyontohkan, selama pandemi COVID-19, aktivitas dewan tetap berjalan meskipun dilakukan secara daring.
“Buktinya selama COVID kita juga kerja lewat Zoom. Jadi saya kira tidak ada masalah,” ujarnya.
Soal pernyataan BK DPRD Batam yang menyebut belum menerima surat keterangan medis terkait kondisinya, Hendra menegaskan bahwa dokumen tersebut sebenarnya sudah disampaikan.
“Oh, ada buktinya kok, semuanya, lengkap. Pada prinsipnya saya menghargai informasi dari teman-teman. Saya juga menghargai aspirasi kawan-kawan, tapi mari kita saling menghargai, tidak ada orang yang sempurna. Soal sakit siapa yang mau menerima, tapi karena cobaan dari tuhan harus saya hadapi,” katanya menerangkan.
Hendra kemudian mengungkap bahwa dirinya tengah berjuang melawan kanker usus stadium empat. Meski demikian, ia memastikan masih memiliki semangat tinggi untuk bekerja.
“Saya memang divonis kanker usus stadium 4, tapi saya masih terus melayani masyarakat saya kok, tidak pernah berhenti. Paripurna saya masih hadir, walaupun dokter minta saya break, saya tetap ngotot hadir,” ucapnya.
Ia berharap kolega sesama anggota DPRD dapat memahami kondisinya dan tidak menanggapi situasi ini secara berlebihan.
“Saya lagi kondisi tidak sehat, saya harap teman-teman memaklumi. Saya memang sakit, saya akui, tetapi itu tidak mengurangi semangat saya untuk melayani masyarakat, baik secara langsung maupun by phone. Semua tetap saya jalankan,” tutupnya mengakhiri wawancara. **
Sumber: Ulasan.co
![]()













