Janji Diberikan Hadiah Boneka dan Uang, IRT Rohil Menjadi Korban Perkosaan

0

ROKAN HILIR, Fokuskepri.com – Seorang Ibu Rumah Tangga ( IRT) ES (25) Warga labuhan tangga menjadi korban perkosaan pria pengangguran. Informasi dihimpun (pelaku) DN (25) warga jalan lintas labuhan tangga kecamatan Bangko.

Dia (pelaku) diringkus Polsek Bangko, Polres Rohil ,Rabu (1/6/22) Pukul 10.00 wib Karena perbuatan bejadnya melakukan perkosaan terhadap korban.

Peristiwa perkosaan kamis (27/5/22) sekira pukul 21.00 Wib dilorong bawah jembatan Semak belukar di labuhan tangga kecil Pada Sebelumnya kedua saling kenalan melalui jejaring medsos facebook.

Atas kejadian itu, Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto, SH.SIK dikonfirmasi, Kamis (02/6/22) melalui Kasi Humas AKP Juliandi, SH, membenarkan kejadian tersebut.

“Sebelum terlapor minta berteman melalui facebook, kedua saling Chat melalui via messeger serta minta nomor hp milik korban,” terangnya.

Selanjutnya terlapor juga menghubungi korban serta menjanji hadiah boneka dan uang. Sebelum kejadian juga mengajak korban Pelabuhan tangga kecil.

Saat dalam perjalanan sempat korban bertanya “Mau kemana, ? dijawab terlapor antar obat ayah sebentar.

Sampai dilokasi dilorong bawah jembatan disitulah korban disuruh membuka pakaian depan namun sempat menolak. Terlapor mengancam akan meninggal sendiri dibawah jembatan semak belukar.

Akibat ancaman tersebut korban merasa ketakutan rela buka pakaian didepan terlapor beraksi memegang akan melakukan hubungan intim namun kembali ditolak oleh korban.

Tolakan, sebutnya terlapor kembali mengancam ,”mau aku sendiri atau ku panggil kawan ramai ramai,”?
Setelah puas melancarkan berhubungan intim korban dibawa dari tempat tersebut.

“Atas peristiwa tersebut korban merasa tak puas melaporkan kekantor Polsek Bangko guna pengusutan lebih lanjut ,” terang Juliandi.

Mendapat informasi terlapor dirumah orang tuanya. Tim polsek Bangko bergerak menuju ketkp melakukan penangkapan.

“Diintrogasi oleh penyidik, terlapor akhirnya mengakui aksi persetubuhan itu secara paksa,” ujarnya.

Sementara pembuktian kejadian itu pihak berwajib ambil hasil test Visum Et revertum RSUD dr Protomo Bagansiapiapi.

“Terhadap terlapor dapat dijerat sebagaimana dimaksud pasal 81 KUHP Jo pasal 82 KUHPidana,” pungkasnya (Syofyan Rambah)

Berita sebelumyaBupati Rokan Hilir Tinjau 2 Unit Rumah Terkena Musibah Kebakaran
Berita berikutnyaPerangkat Desa di Berhentikan Sepihak, Ketua JMSI Pelalawan Sebut Kekuasaan Kades Tak Absolut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here