PELALAWAN, Fokuskepri.com – Guna menyerap aspirasi masyarakat di dapil I Kecamatan Pangkalan Kerinci Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pelalawan turun ke masyarakat didaerah pemilihan (Dapil) masing-masing selama memasuki masa reses atau istirahat sidang 18 sampai 23 Oktober 2021.
Pelaksanaan reses masih dimasa pandemi Covid-19, tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak, pembatasan peserta reses serta menggunakan hand sanitizer.
Dasar pelaksanaan reses anggota DPRD Pelalawan mengacu kepada Peraturan Tata Tertib DPRD Nomor 01 Tahun 2014 pasal 63 ayat (2), (3), (4), (5) dan ayat (6). Juga hal ini berdasarkan Peraturan Tata Tertib anggota DPRD Kabupaten Pelalawan untuk Dapil 1 (Satu) ditulis dan disampaikan dengan sistematika, anggota DPRD Kabupaten Pelalawan melakukan reses landasannya adalah Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pelalawan Nomor 10.a/KPTS-PIMP/DPRD/2021 tanggal 12 Oktober tentang Jadwal Perubahan Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Bulan Oktober 2021.
Kemudian Tata Tertib DPRD Kabupaten Pelalawan Nomor 01 Tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan DPRD Kabupaten Pelalawan Nomor 01 Tahun 2018 tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pelalawan. Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nomor: 10.b/KPTS-PIMP/DPRD/2021 tanggal 12 Oktober tentang Pelaksanaan Reses III (Tiga) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pelalawan, yang dilaksanakan Senin sampai Sabtu dengan waktu pelaksanaan tanggal 18 sampai 23 Oktober 2021 di Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Di daerah pemilihan (Dapil) I, di ibukotanya Kabupaten Pelalawan Kecamatan Pangkalan, anggota dewan yang berasal dari dapil I ini diantaranya Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pelalawan Syafrizal SE bersama anggota DPRD Dapil 1 lainnya yakni Faisal SE MSi, Abdullah, Burhanudin Manjo dan Junaidi Purba.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pelalawan Syafrizal SE mengatakan tujuan dari pelaksanaan reses turun langsung ke masyarakat dalam rangka pertanggungjawaban moral sebagai Wakil Rakyat kepada masyarakat yang ada di dapil 1 yakni kecamatan Pangkalan Kerinci.
“Sebagai pertanggungjawaban moral ke masyarakat, pertemuan tersebut untuk menampung dan menyerap aspirasi yang tengah berkembang di masyarakat,” terang Syafrizal.
Syafrizal melanjutkan, kegiatan menemui masyarakat yang dilakukan oleh wakil rakyat itu untuk menghasilkan sesuatu berkontribusi positif bagi pembangunan masyarakat, khususnya di kecamatan Pangkalan Kerinci.
“Masyarakat di Pangkalan Kerinci kan, konstituen kami, jadi ini juga dalam rangka silaturahmi,” lanjutnya.
Reses juga menjadi wadah bagi masyarakat menyampaikan aspirasi pembangunan, walaupun sudah disampaikan melalui musrenbang, dengan adanya reses ini akan menjadi lebih kuat apa yang diinginkan oleh masyarakat didengar sendiri oleh anggota dewan yang memiliki hak, budgeting sesuai aturan yang berlaku.
“Reses ini cikal bakal sebagai tindak lanjut dari apa yang tertuang dalam musrenbang mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. Jika ada aspirasi warga yang belum tertampung dalam musrenbang, maka akan diupayakan direalisasikan melalui pokok pikiran (pokir) anggota DPRD,” paparnya.
Dari hasil kunjungan Reses III anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Daerah Pemilihan I secara umum dapat disimpulkan bahwa permasalahan mendasar yang menjadi aspirasi masyarakat setempat adalah Banyaknya infrastruktur jalan yang belum memadai, banyak ruas jalan di kota pangkalan Kerinci yang berlobang, digenangi air sehingga mengkuatirkan bagi pengguna jalan.
Renovasi infrastruktur juga menjadi permasalahan yang disampaikan masyarakat kepada anggota dewan saat reses di dapil I, seperti gedung sekolah, sarana dan prasarana pendidikan yang masih belum lengkap. Apalagi jika memasuki tahun ajaran baru, dimana akan ada penerimaan siswa baru, sekolah sekolah yang ada selalu kesulitan dalam mengakomodir jumlah siswa yang membludak.

Masih berkenaan dengan pendidikan, masih menjadi keluhan di beberap sekolah di Pangkalan Kerinci terkait kurangnya tenaga pengajar, tentu ini menjadi perhatian serius mengingat peningkatan kualitas pendidikan generasi akan datang akan bergantung kepada kualitas pendidikan yang diterimanya, tentu yang menjadi garda terdepan untuk itu adalah para guru sebagai transletor ilmu ke siswa.
Tata kelola persampahan menjadi salah satu permasalahan pelik di ibukota Kabupaten Pelalawan ini, ini berkaitan dengan drainase yang banyak tersumbat oleh sampah, yang pada akhirnya menyebabkan banjir di musim penghujan.
Dari hasil aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada anggota DPRD Pelalawan Dapil 1 saat Reses berlangsung, maka perlu diberikan pandangan atau saran-saran agar ke depannya Kabupaten Pelalawan bisa lebih maju dan sejahtera, sesuai visi misi Pemkab Pelalawan.
Untuk itu, anggota DPRD Pelalawan yang berasal dari dapil I mengharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk dapat menempatkan pelaksanaan proyek secara merata di semua daerah Kabupaten Pelalawan agar pembangunan di Kabupaten Pelalawan ini dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pelalawan.
“Harapan kita dari dapil satu hendaknya Pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan hendaknya merata di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan, pemerataan pembangunan ini gara masyarakat di daerah ini dapat merasakan hasil pembangunan secara merata pula,” kata juru bicara anggota dewan dapil I, Faisal SE.

Dilanjutkan oleh Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan ini, Perlu perhatiian serius dari Pemerintah Daerah dalam pembangunan infrastruktur penunjang bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan seperti jalan utama, jalan alternatif, drainase, sekolah, tempat ibadah, pasar, dalam plaksanaan pembangunannya tentu berdasarkan skala prioritas.
Kemudian perlu tindakan dan sanksi yang tegas oleh dinas terkait terhadap kontraktor yang tidak melaksanakan dan menjalankan proyek sesuai dengan bestek dan menyimpang dari prosedur yang telah disepakati.
“Dinas dinas yang melaksanakan kegiatan proyek, harus tegas jika ada kontraktor yang menyalahi prosedur dan tidak sesuai bestek, ini harus jadi catatan penting penyedia kegiatan dalam hal ini dinas terkait,” lanjutnya.
Faisal Juga menggarisbawahi terkait masih kurangnya tenaga pengajar di sekolah sekolah di Pangkalan Kerinci, kepada Pemkab Pelalawan diminta mencari solusi yang tepat terhadap permasalahan gaji guru honorer dan kekurangan tenaga guru yang dibutuhkan sekolah-sekolah di Kabupaten Pelalawan.
“Ini kita minta kepada Dinas Pendidikan untuk mencari solusi, agar kekurangan guru dapat diatasi, begitu juga untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer dengan gaji yang kecil, tambahan untuk Dinas Pendidikan agar mencari solusinya,” tandasnya.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pelalawan Faizal SE MSi dari partai PAN dan Burhanudin Manjo dari Partai Golkar menambahkan bahwa, pembangunan posyandu disetiap Rukun tetangga (RT) serta minimnya fasilitas yang ada, menjadi sorotan angoota DPRD Pelalawan Dapil 1. Dan ini menjadi keluhan masyarakat setiap tahunnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.
“Kami memahami bahwa kendala Pemerintah saat ini masalah anggaran untuk posyandu. Namun demikian, Pemerintah juga seharusnya tidak harus berpangku tangan. Pasalnya, ada solusi lain dengan merangkul pihak swasta yakni perusahaan untuk memberikan kontribusi membantu permasalahan anggaran pembangunan dan kelengkapan peralatan posyandu ini. Jadi, pemerintah harus proaktif melihat kondisi ini dengan melibatkan perusahaan, khususnya dikecamatan Pangkalan Kerinci. Apalagi masalah ini menyangkut kesehatan masyarakat. Dan inilah satu aspirasi masyarakat setiap RT yang disampaikan kepada kami melalui reses ini untuk disampaikan dalam pembahasan APBD 2021 mendatang,” tutup Faisal. (Rison Sami).
![]()







