Lingga, Fokuskepri.com – Jembatan penghubung dari ke empat Desa, yaitu Desa Tinjul, Desa Langkap, Desa Tanjung Irat, dan Desa Bakong, Kecamatan Singkep Barat tujuan ibukota Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau saat ini kondisinya sangat memprihatinkan sehinggga penuh tanda tanya dikhawatirkan oleh warga terutama anak didik siswa siswi yang menggali ilmu di bangku sekolah setiap hari melintasi jembatan satu-satunya sebagai urat nadi penghubung 4 Desa.
Amat Jailani warga desa Tinjul. memaparkan dengan kondisi seperti ini sudah tidak menjadi rahasia umum dari tahun berganti tahun berharap adanya jembatan permanen, namun hanya di ibaratkan mimpi dalam mimpi. Yang jelasnya setiap menjelang Pilkada para calon Bupati atau calon Gubernur, kami selalu mengajukan Jembatan penghubung dapat dibangun secara permanen.
“Namun janji manis yang kami terima hingga kini kelihatannya belum ada perhatian khusus dari Pemerintah untuk segera membangun jembatan permanen yang diharapkan tersebut agar dapat dilalui dengan baik kenderaan roda dua maupun roda empat bahkan kendaraan roda enam,” ujarnya.
Baca Juga: Kapolres Lingga Hadiri Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-80 RI di Halaman Kantor Bupati Lingga
“Kita berbicara dengan fakta bukan sebatas cerita belaka. saat ini kondisinya jembatan kami sangat parah sudah jelas terlihat meterial jenis kayu yang lapuk dimakan usia, semoga Pemda tidak sebatas menunggu maut terjadi kepada warganya disebabkan jembatan yang sudah tidak layak dipergunakan, apalagi dengan kondisi bahan material dari kayunya sebagai penunjang kekuatan jembatan beberapa sudah patah sebagiannya jugakelihatan memang masih ada namun sudah lapuk dan patah-patah,” ucap Amat Jailani Kepada awak media ini. Jum’at, (12/9/2025).
“Amat Jailani menjelaskan, beberapa papan jembatan juga telah terlihat patah, sehingga membuat lantainya menjadi berlubang justru sangat membahayakan bagi warga yang melintas di jembatan tersebut terkhususnya anak-anak kami pergi atau pulang dari sekolah.
“Tentu saja harapan kita bersama sebelum terjadi musibah atau memakan korban, kepada pemangku kebijakan. Kami sejumlah masyarakatnya yang menggunakan jembatan penghubung di Desa Tinjul. meminta kepada Pemkab Lingga melalui Dinas PUPR untuk segera turun tangan supaya dapat membangun jembatan agar mempermudahkan dalam kehidupan sebagaimana jembatan penghubung adalah salah satunya sebagai urat nadi penunjang akses perekonomian maupun untuk mudah dilintasi masyarakat,” ujarnya Amat Jailani.
Penulis, R/AS.
![]()







