Jadi Narasumber Dialog Interaktif, Ketua Komisi I DPRD Natuna Minta Pemkab Kembali Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

0
Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar saat menjadi Narasumber Dialog Program RRI-Radio Tanggap Bencana di Ruang Multipurpose RRI Ranai, Semempang, Selasa (2/2/2021).

FOKUSKEPRI.COM, Natuna – Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Arismunandar menjadi narasumber dalam acara Dialog Siaran Program Kelentong RRI-Radio Tanggap Bencana di Ruang Multipurpose RRI Ranai, Sepempang, Selasa (2/2/2021).

Selain Wan Aris hadir juga Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, Kepala UPT Puskesmas Ranai, Nazri sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Wan Aris mengapresiasi kinerja semua pihak dalam pengamanan vaksin baik dari mulai kedatangan sampai ke proses distribusi.

Sehubungan dengan pelaksanaan vaksinasi tahap pertama, yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di RSUD Natuna, pihaknya sampai saat ini belum menerima keluhan dari para penerima vaksin.

“Kebetulan, dari kami DPRD ada satu yang kemarin divaksin, dia mengatakan sampai saat ini kondisinya baik-baik saja, tidak ada keluhan apapun, paling katanya sih nafsu makan tinggi,” ujarnya.

Selanjutnya, Wan Aris meminta kepada pihak Dinas Kesehatan, untuk melakukan sosialisasi lebih masif lagi, supaya masyarakat paham dan yakin kalau vaksin ini baik.

“Sekarang bagaimana caranya meyakinkan masyarakat, saya kira setelah mereka melihat yang perwakilan 10 orang, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan, masyarakat akan melihat kenyataan yang terjadi,” tambahnya.

Wan Aris menilai, karakter daripada masyarakat Natuna adalah, mereka melihat apa yang terjadi kepada para penerima vaksin. “Tanpa kita sosialisaiskan tapi kita sudah menunjukan sesuatu yang nyata bagi masyarakat,” terang Wan Aris.

Sementara itu Kepala Puskesmas Ranai, Nazri menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksinasi tenaga kesehatan di Puskesmas Ranai berjalan dengan lancar meskipun ada yang diangguhkan.

“Dari 98 yang telah ditetapkan sebagai penerima, hanya 36 orang yang divaksin sisanya ada yang memang termasuk tidak boleh, namun kebanyakan ditangguhkan, karena mengeluh sakit seperti filek,” ungkap Nazri.

Kepada yang ditangguhkan, Nazri menegaskan, segera mungkin akan kembali menjadwalkan pemberian vaksin, hal ini dilakukan untuk mempercepat proses vaksinasi dari pemerintah. (dan/budi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here