BATAM, FOKUSKEPRI.COM – Naik-turunnya harga saham merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari investasi di pasar modal. Pergerakan harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kinerja perusahaan hingga kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan. Terkadang, pergerakan harga tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran bagi investor, terutama ketika harga saham bergerak turun dalam waktu singkat.
Dalam kondisi seperti ini, investor harus bersikap tenang dan tidak terburu-buru untuk mengambil keputusan, karena pada dasarnya investasi merupakan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Sehingga, keputusan investasi yang baik haruslah diambil dengan penuh perhitungan dan tidak hanya mengikuti pergerakan harga sesaat.
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Umi Kulsum mengatakan, ketangguhan investor tidak ditentukan oleh kemampuan memprediksi arah pasar. “Investor yang tangguh adalah investor yang tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar berfluktuasi. Dengan semakin luasnya akses masyarakat ke pasar modal, diharapkan masyarakat juga semakin mampu untuk mengambil keputusan investasi secara legal, logis, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.”, ujar Umi.
Salah satu cara membangun ketahanan tersebut adalah dengan memahami tujuan dan jangka waktu investasi. Dengan tujuan yang jelas, investor dapat menentukan pilihan investasi yang sesuai dengan kondisi keuangan dan tingkat risiko yang mampu ditanggung. Hal ini juga dapat membantu investor agar tidak mudah mengubah keputusan hanya karena melihat pergerakan harga saham sesaat.
Baca Juga: BEI Gelar RUPSLB 2026, Pemegang Saham Setujui Tiga Agenda
Diversifikasi juga dapat membantu investor mengelola risiko. Sederhananya, diversifikasi berarti tidak menempatkan seluruh dana pada satu jenis investasi. Dengan menyebarkan investasi pada beberapa aset atau instrumen, risiko tidak sepenuhnya bergantung pada kinerja satu investasi.
Selain strategi, investor juga perlu mengenali pengaruh emosi dalam mengambil keputusan. Rasa panik ketika harga turun atau terlalu percaya diri ketika harga naik dapat membuat investor mengambil keputusan secara terburu-buru. Karena itu, penting untuk membedakan antara perubahan pasar dalam jangka pendek dengan tujuan investasi yang ingin dicapai dalam jangka panjang.
Di samping menjaga ketenangan dalam mengambil keputusan, kesiapan kondisi keuangan juga menjadi hal yang penting. Investor perlu memastikan memiliki dana darurat dan mengelola utang secara bijak sebelum berinvestasi. Hal ini dapat membantu menjaga stabilitas keuangan ketika menghadapi kebutuhan tak terduga, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan. Dengan begitu, investor tidak perlu terburu-buru mencairkan investasinya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, terutama ketika kondisi pasar sedang kurang menguntungkan.
Baca Juga: BEI Sesuaikan Kembali Batas Bawah Auto Rejection Efek Bersifat Ekuitas
Investor juga perlu mengevaluasi portofolionya secara berkala untuk memastikan komposisi investasi tetap sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko. Apabila kondisi keuangan atau tujuan investasi berubah, investor dapat mempertimbangkan penyesuaian portofolio secara terukur. Dalam prosesnya, investor perlu menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada berita terkini, tren media sosial, atau tindakan investor lain. Ketika menghadapi tekanan pasar atau perubahan kondisi keuangan yang signifikan, investor juga dapat mencari panduan dari profesional keuangan yang berkualifikasi dan berizin.
Pesan mengenai pentingnya ketangguhan investor tersebut menjadi salah satu fokus World Investor Week (WIW) 2026, dimana tahun ini, kampanye WIW mengangkat tiga isu utama, yaitu Investor Resilience, Digital Deception, dan Scam Alert. Melalui tema tersebut, investor didorong untuk membangun ketahanan finansial dan psikologis, tetap kritis terhadap informasi investasi, serta waspada terhadap berbagai modus penipuan.
Di Indonesia, BEI turut mendukung momentum tersebut melalui Ring the Bell for Financial Literacy 2026 yang mengusung tema “Stay Smart. Stay Alert. Stay Resilient”. Kegiatan ini telah berlangsung pada 14 Oktober 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, dan dihadiri oleh calon investor, investor, serta media. Salah satu sesi utama dalam kegiatan tersebut adalah talk show yang membahas ketahanan investor dan pengelolaan keuangan.
Menjadi investor yang tangguh bukan berarti tidak pernah merasa khawatir ketika pasar bergerak. Ketahanan investor dibangun melalui pemahaman yang cukup, tujuan investasi yang jelas, kesiapan kondisi keuangan, serta disiplin dalam menjaga kebiasaan investasi jangka panjang. Dengan terus meningkatkan literasi keuangan dan mengelola perilaku dalam mengambil keputusan, investor diharapkan lebih siap menghadapi berbagai kondisi pasar. (Red)
![]()













