Batam, Fokuskepri.com – Aktifitas penimbunan yang mengorbankan kawasan hutan mangrove semakin marak terjadi di kota Batam. Hal tersebut terlihat di hutan mangrove yang ditimbun dan diratakan untuk pembangunan proyek properti yang diduga milik pengembang Properti Renggali di Kecamatan Sagulung, Kelurahan Tembesi, Kota Batam.
Pantauan wartawan dilokasi, Senin (6/4/2026) aktivitas penimbunan Hutan manggrove yang tidak jauh dari perumahan Rosinton Renggali berlangsung lancar dan tampak truk pengangkut tanah lalu lalang menimbun hutan mangrove yang diduga belasan hektar.
Salah satu keamanan dilokasi penimbunan lahan hutan manggrove saat ditemui di lokasi, kepada wartawan mengatakan lahan hutan mangrove yang ditimbun tersebut milik pengembang Properti Renggali Grup.
“Lahan yang ditimbun ini milik pengembang Properti Renggali, untuk minta keterangan silahkan datang ke kantor Properti Renggali yang beralamat di Nagoya atau bisa menghubungi Pak Supardi selaku manajemen Renggali,” ujarnya.

Sementara itu, Supardi saat dikonfirmasi wartawan terkait aktivitas penimbunan hutan mangrove yang diduga dilakukan pengembang Properti Renggali melalui aplikasi percakapan WhatsApp tidak memberikan tanggapan dan memblokir nomor WhatsApp Wartawan.
Seperti diketahui, Hutan mangrove atau yang kerap disebut dengan hutan bakau tumbuh di sepanjang pesisir pantai hingga muara sungai. Hutan mangrove bermanfaat besar bagi masyarakat yang tinggal di daerah dekat pantai, yakni untuk mencegah abrasi laut, serta peresapan air laut ke daratan.
Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahan (BP) Batam, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikan (KKP), Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, dan instansi terkait lainnya, terkesan tidak perduli dengan kondisi rusaknya hutan hutan mangrove tersebut.
Dugaan kemudahan penerbitan izin alih fungsi hutan mangrove menjadi lahan komersial di Batam, ditengarai menjadi salah satu penyebab kerusakan ekosistem hutan mangrove diberbagai wilayah di pesisir Kota Batam.
Banyak pengusaha terlihat secara ugal-ugalan membangun kerajaan bisnisnya di Batam dengan merusak hutan mangrove, tanpa pernah berpikir akan dampak buruk seperti bencana alam, yang bisa terjadi kapan saja akibat dari kerusakan hutan hutan mangrove di Batam. (Tim)
![]()







