Pasokan Air Terhambat, Warga Kelurahan Sungai Lekop Ancam Datangi ABH dan Spam Batam

BATAM, FOKUSKEPRI.COM – Ratusan warga Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam yang terdiri dari RW 11, RW 3 dan RW 8 mulai resah dikarenakan dalam beberapa minggu ini pasokan air tangki yang dijanjikan kepada masyarakat yang kekurangan air dikarenakan kurang daya bar dari ABH mulai jarang datang memasok air.

Warga yang terdiri dari beberapa unsur RT/RW melakukan pertemuan di kavling Sungai Lekop, RT 1, RW 11 untuk melakukan persiapan unjuk rasa ke kantor ABH.

Namun hal ini bisa ditenangkan oleh Bhabinkamtibmas, kelurahan Sungai Lekop. Beberapa IRT yang semula sudah berkumpul dengan membawa ember dan galon air mengungkapkan kekecewaannya karena pasokan air yang dijanjikan dari hari ke hari semakin kurang dan juga datangnya tidak tentu.

Baca Juga: Kepsek SMPN 27 Batam Menjabat 2 Periode Lebih, Langgar Aturan Permendikdasmen

“Bayangkan Pak kami harus menunggu sampai tengah malam itupun kadang tidak mencukupi, bahkan kadang tempat air yang sudah kami sediakan tidak di isi sementara hanya karena kami tidak ditempat saat tangki air datang kami juga harus berkerja Pak bukan cuma ini saja urusan kami,” ujar seorang warga, Senin (27/7/2026).

Mendapat informasi soal rencana unjuk rasa tersebut, kapolsek sagulung Iptu Husnul Apkar., SH., MH, mendatangi langsung ke lokasi pertemuan dan mengundang RT dan RW, serta LPM kelurahan Sungai Lekop.

Dalam pertemuan tersebut kapolsek menghimbau warga agar dapat menahan diri. Tidak sampai disitu, Kapolsek Sagulung langsung menyampaikan keluhan warga tersebut dengan pihak ABH yang akhirnya dijanjikan oleh pihak ABH besok dan seterusnya akan mengirimkan sebanyak 4 mobil tangki dengan setiap mobil sebanyak 5 trip.Namun hal tersebut masih dianggap kurang oleh masyarakat yang meminta setidak 6 trip.

Baca Juga: Tanpa Plang Proyek, Lahan Mangrove di Marina City Diduga Ditimbun Secara Ilegal

Adapun beberapa keluhan warga sebagai berikut:

1. Meminta pengantaran air maksimal sampai jam 4 sore.

2. Meminta setiap sopir mobil tangki di dampingi kernet.

3. Meminta pasokan tersebut setiap hari sepanjang air belum mengalir.

4. Meminta agar tidak ada lagi sopir berdalih kehabisan minyak.

5. Agar setiap pengiriman air menggunakan tiket atau bukti pengiriman yang ditunjukkan kepada warga maupun perwakilan perangkat RT/RW sebagai bentuk transparansi dan bukti bahwa distribusi telah dilaksanakan.

Salah satu tokoh masyarakat berinisial EL mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Pak kapolsek Sagulung yang sudah memediasi permasalahan secara langsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada kapolsek Sagulung yang menjembatani permasalahan kami. Namun jika kedepannya permasalahan pasokan air ini masih terulang kembali maka mohon maaf kepada semua pihak kami akan mendatangi ABH/SPAM BATAM. kami sudah capek setiap hari gelisah menunggu mobil tangki bahkan tidak jarang yang datang cuma tandon bahkan sampai tengah malam,” pungkasnya. (Red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *