BATAM, FOKUSKEPRI.COM – Pengiriman barang dengan modus Jasa Titipan (Jastip) yang dikemas dalam koper melalui pelabuhan domestik Punggur tujuan Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang tanpa melewati pemeriksaan mesin X ray yang dipublikasikan media beberapa waktu yang lalu kembali beroperasi setelah sempat berhenti melakukan pengiriman.
Dari hasil penelusuran tim media, Jumat (30/10/2026) barang yang dikemas di dalam koper berukuran besar yang akan dikirim melalui pelabuhan Punggur tujuan Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjung Pinang tersebut dikemas di kawasan Buana Central Park, di seberang mall top 100 Batuaji, Batam.
Lebih lanjut, dari hasil penelusuran yang dilakukan tim media, Sabtu (31/10/2026) modus pengiriman barang menggunakan kapal penumpang disebut dilakukan secara mencicil atau melakukan pengiriman beberapa koper saja setiap jam keberangkatan kapal. Tidak seperti dulu, dimana pengiriman barang yang menggunakan kapal penumpang tersebut menggunakan kapal trip pertama dan sekali pengiriman mencapai ratusan koper.
Diduga, pengiriman barang yang dikemas dalam koper berukuran besar menggunakan kapal penumpang tiap jam keberangkatan tersebut untuk memudahkan pengiriman dan lebih mudah menghindari pengawasan.
Berita Terkait: Modus Jastip dari Pelabuhan Punggur Tujuan Tanjung Pinang Tanpa Pemeriksaan Mesin X-Ray Bagasi, Ratusan Koper Lolos Tiap Hari
Selain itu, armada yang digunakan mengantar barang dari kawasan Buana Central Park juga menggunakan belasan mobil pribadi yang telah dicopot tempat duduk penumpangnya supaya bisa mengangkut barang lebih banyak, tidak seperti biasa yang hanya menggunakan mobil gran max.
Dari hasil pantauan media di pelabuhan Punggur, terlihat barang-barang tersebut dikeluarkan dari mobil pribadi kemudian dipindahkan menggunakan troli secara bergantian, dengan sesegera mungkin lewat jalur belakang tanpa melalui proses pemeriksaan mesin x ray, yang seharusnya dilakukan setiap calon penumpang atau barang yang akan dikirimkan.
Tak tanggung-tanggung, dari Informasi yang dihimpun tim media diketahui, perhari putaran paket yang di kirim sebanyak 400-600 koper dengan biaya pengiriman sebesar Rp 200.000 per kopernya yang dibayarkan pemilik barang kepada pemilik usaha jastip berinisial ADR yang diketahui beralamat di kawasan Buana Central Park.
Namun anehnya, banyaknya koper-koper yang dikirim lewat kapal penumpang yang dikirim tiap jam keberangkatan kapal yang seharusnya dibatasi dan diperiksa, namun petugas seolah melakukan pembiaran. (Tim)
![]()







