Pemadaman Karhutla Kerumutan, PT Arara Abadi Perkuat Tim Gabungan

KERUMUTAN (Fokuskepri) — Personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT Arara Abadi turut berjibaku membantu upaya pemadaman kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Kerumutan. Tim diterjunkan untuk mendukung petugas dan masyarakat dalam mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.
Dengan dukungan personel dan peralatan pemadaman yang dimiliki, RPK PT Arara Abadi melakukan upaya pemadaman secara bersama-sama di lokasi kejadian. Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat untuk mencegah api merambat ke area lain yang berpotensi terdampak.
Keterlibatan RPK PT Arara Abadi juga menunjukkan komitmen perusahaan dalam membantu penanganan kebakaran di luar wilayah sekitar operasional perusahaan. Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan agar proses pemadaman dapat berjalan secara efektif dan aman.
Direktur PT Arara Abadi Edie Haris MZ juga menyampaikan Kebakaran tidak bisa di tangani sendiri kita berkomitmen untuk bersama-sama semua pihak menjaga dan menanggulani pengendalian kebakaran hutan secara kolaboratif dan gotong royong seuai dengan arahan Bapak Kapolda RIau dan Bapak Pangdam Tuanku Tambusai.
Untuk itu kejadian kebakaran kerumutan ini kita menerjunkan tim rpk dan juga alat berat bersama dengan stakeholder yang lain semoga kebersamaan ini bisa cepat mengatasi areal yang terbakar
Kalaksa (Kepala Pelaksana) BPBDPK (Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau) M. Edy Afrizal mengucapkan terimakasih serta mengapresiasi Langkah-langkah penanganan PT Arara Abadi bersama tim gabungan satgas baik tingkat propinsi maupun daerah:
”Kami berterimakasih dan mengapresiasi Tim Gabungan Satgas dan tim dari perusahaan PT Arara Abadi APP Group dalam penanganan Karhutla yang terjadi di beberapa titik di wilayah kabupaten Pelalawan terutama di Desa Merbau dan beberapa daerah lainnya, sinergisitas perusahaan dengan berbagai stakeholder harus selalu dilakukan dan dipertahankan”.
Upaya pemadaman di Kecamatan Kerumutan di lakukan sejak tanggal 22 Agustus 2026 dan masih terus dilakukan hingga api benar-benar dapat dikendalikan. Seluruh pihak yang terlibat di lapangan diharapkan tetap mengutamakan keselamatan selama proses penanganan berlangsung.***

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *