Home / BP Batam / Perka Nomor 3 Tahun 2020, Hapus Uang Jaminan Pelaksanaan Pembangunan
Direktur Pengelolaan lahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan, di dampingi Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar,

Perka Nomor 3 Tahun 2020, Hapus Uang Jaminan Pelaksanaan Pembangunan

Direktur Pengelolaan lahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan, di dampingi Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar, saat konferensi pers dan sosialisasi Peraturan Kepala (Perka) nomor 3 tahun 2020 terkait Penyelenggaraan pengalokasian Lahan, Rabu (26/2/2020).

FOKUSKEPRI.COM, BATAM — Direktur Pengelolaan lahan BP Batam, Ilham Eka Hartawan, di dampingi Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Dendi Gustinandar, Kasubdit Pengadaan dan Pengalokasian Lahan, Denny Tondano, Kasubdit Evaluasi dan Pengawasan Penggunaan Lahan, Noor Azizah, mengadakan konferensi pers dan sosialisasi terkait Peraturan Kepala (Perka) nomor 3 tahun 2020 terkait Penyelenggaraan pengalokasian Lahan di ruang Presentasi gedung marketing center BP Batam, Rabu (26/2/2020) siang.

Dalam konferensi pers, Ilham Eka Hartawan menjelaskan, Perka Lahan yang baru, melakukan pemangkasan birokrasi, dan mengategorikan 2 jenis lahan, seperti yang sudah ada dalam site plan BP Batam, misalnya lahan yang sudah dipersiapkan untuk pariwisata atau disebut lahan yang sudah dimatangkan, dan akan di upload dalam website BP Batam.go.id.

Sedangkan untuk proses pengajuan lahan baru untuk perorangan dipersimpel, cukup melampirkan KTP, akan di proses tidak lebih dari 28 hari, jadi Pemohon cukup melakukan sekali permohonan.

“Jika disetujui, akan di bahas dalam Pokja dalam 5 hari kerja, tidak hanya unit lahan yang membahas tapi melibatkan, bagian perencanaan program startegis, biro hukum, biro keuangan dan akan di cek apakah lahannya sudah bersetifikat HPL, apakah sudah clear and clean, misalnya tidak tumpang tindih, jika disetujui akan dibuat laporan persetujuannya, apabila ditolak, pemohon akan disurati, jelasnya.

“Tapi, saya perlu tekankan lagi untuk mencantumkan nomor handpohe maupun email yang jelas dan ril sehingga bisa kami hubungi Karena selama ini kami terkendala nomor Handphone maupun email yang tidak bisa di hubungi,” katanya.

Lebih lanjut, Ilham Eka Hartawan, menjelaskan, untuk pengajuan lahan baru bagi investor juga dipersimpel.

“Bagi perusahaan yang ingin memperpanjang WTO, cukup 3 syarat, seperti KTP/ identitas, badan hukum perusahaan, sertifikat dokumen lahan dan PBB,” jelasnya.

Sedangkan untuk lahan yang sudah disetujui tapi belum di bangun, akan di evaluasi jika menurut BP Batam tidak layak, akan dilakukan proses, begitu juga dengan lahan yang mengajukan perpanjangan, tadi tidak digunakan, tim Pokja akan mengevaluasi dan monitoring,” pungkasnya.

Terkait kapling siap bangun (KSB), Kasubdit Pengadaan dan Pengalokasian Lahan, Denny Tondano menyebutkan WTO bisa diajukan 3 tahun sebelum habis masa WTO nya, dan apabila ada kesulitan akan di bantu petugas loket, tak perlu lapor ke BP Batam.

Faktur pembayaran WTO juga akan dikirim via email dan notifikasi SMS, jadi tinggal membayar melalui bank, jadi tidak perlu tatap muka, sehingga mempersingkat waktu, dan mempersingkat birokrasi, jangka waktu pembayaran WTO 10 hari, dan apabila dalam waktu 10 tidak di bayarkan akan hangus.

Dalam Peraturan Kepala (Perka) Nomor 3 tahun 2020 yang baru, uang jaminan pelaksanaan pembangunan (JPP) sebesar 20 persen yang biasa dikenakan bagi investor (perusahaan), sudah tidak ada. “Sekarang Perusahaan cukup mencantumkan rekening koran sebesar 20 persen dari total rencana investasi investor, dan mereka bisa menggunakannya, 70 persen saat pelaksanaan kontruksi dimulai dan sisanya bisa digunakan saat kontruksi selesai dan mulai beroperasi,” paparnya.( Ms)

About Redaksi Fokus Kepri

Check Also

Ditpam BP Batam Ikutserta dalam Patroli Gabungan Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19

FOKUSKEPRI.COM, BATAM — Direktorat Pengamanan Aset Badan Pengusahaan Batam ikut berpartisipasi dalam patroli gabungan Tim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *