Minggu , 21 April 2019
Home / Kepri / Pemprov dan Kemenko Maritim Sepakat Tingkatkan Produksi Ikan Rucah
IMG_7884-752x500

Pemprov dan Kemenko Maritim Sepakat Tingkatkan Produksi Ikan Rucah

FOKUSKEPRI.COM, BATAM — Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto melakukan pertemuan dengan Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur,  Kemenko Maritim RI Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, M.Sc di Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Jumat (29/3). Isdianto pada kesempatan ini didampingi Pejabat Analis Produk Perikanan Pertanian, Biro Perekonomian Setda Kepri Riki Rionaldi, S.STP, M.Si.

Pada kesempatan ini Wakil Gubernur menjelaskan jika Provinsi Kepulauan Riau telah memiliki cluster percontohan seluas 1,5 Ha yang telah berhasil memproduksi ekstrak bahan alam perikanan kelautan dari bahan baku ikan dan teripang.

Kegiatan industri ini di kelola Oleh PT. Aruna Industri Bintan (AIMK) bekerja sama dengan BUMDES dan Komunitas Nelayan.

Adapun salah satu hasil olahannya adalah ikan (ikan rucah / non konsumsi) berupa Hidrolisat Protein Ikan (HPI), sudah menjalin bekerja sama dengan PT. Kimia Farma Tbk. Dan dalam kerjasama tersebut terdapat Over Kapasitas Permintaan.

“Untung terus mengembangkan  ini tentunya Provinsi Kepulauan Riau meminta dukungan dan bantuan kepada Kemenko Kemaritiman RI melalui Deputi III untuk dapat segera mewujudkan atau mereplikasi clucter yang telah berjalan di Bintan ke Kabupaten dan kota Lain di Kepulauan Riau.  Terkhusus di Kabupaten Natuna,” pinta Isdianto.

Selain itu juga Isdianto meminta dukungan serta bantuan Pemerintah pusat, terutama melalui Deputi III untuk mensukseskan Peresmian secara Nasional Kawasan Edu Ekologi Wisata Bahari Kampong Teripang yang akan dilaksanakan 27 April 2019 mendatang.

Berdasarkan data yang dipaparkan bahwa jumlah masyarakat miskin 9,66 persen dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta. Dari  angka kemiskinan itu 32 persen adalah nelayan. Data Gizi Kurang dan Stunting di Indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013-2018) Kementrian Kesehatan RI ditemukan 17,7 persen Gizi Kurang dan 30,8 persen stunting. Dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013-2018) juga ditemukannya Gizi Lebih dan Obesitas dari 14,8 persen meningkat menjadi 21,8 persen.

Isdianto melanjutkan, selain untuk memenuhi kebutuhan sumber protein, industri ini juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar karena memanfaatkan hasil ikan runcah/ tidak terpakai menjadi memiliki nilai jual.

Untuk memenuhi protein selain daripada Susu, Hidrolisat Protein Ikan (HPI) sangat bermanfaat karena mudah didapatkan oleh masyarakat pesisir khususnya nelayan.

“Kita tahu bahwa hidrolisat Protein Ikan juga mampu mencegah stunting dan obesitas karena dapat meningkatkan berat badan, daya cerna dan penyerapan protein. Makanya dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan  agar kegiatan positif dari para generasi milenial yang berperan serta dalam menyehatkan generasi penerus dan mendukung program Nasional dalam mencegah stunting,” kata Isdianto.

Sementara itu  Deputi III Kemenko Maritim Ir. Ridwan Djamaluddin berjanji akan mendukung penuh para start up (perusahaan baru perintis) yang digagas oleh generasi milenial dan akan segera dibahas/dibicarakan dengan Bapak Menteri Luhut berserta Kementerian terkait lainnya nanti di Jakarta.

Selanjutnya, dia melanjutkan, untuk pengembangan kedepannya berupa peningkatan permintaan sebanyak 30 ton akan difokuskan di Kabupaten Natuna tepatnya di Selat Lampa karena ada coolstorage disana.

“Dukungan dari semua pihak dalam mengembangkan ini harus kita apresiasi dan hal-hal yang menjadi penghambat untuk segera dicari solusi agar bisa kita wujudkan. Manfaat dan dampak positif dari industri ini sangat nyata dan dapat mencegah kekurangan seperti sumber protein,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Riki Rionaldi mengatakan bahwa start up (perusahaan baru yang merintis) memiliki peluang yang sangat besar dan sudah bekerja sama dengan Kimia Farma. Selain itu, memanfaatkan hasil dari ikan yang tidak terpakai / runcah yang mampu menambah pendapatan masyarakat khususnya nelayan.

Saat ini permintaan juga semakin besar dari Kimia Farma yang semula hanya 3 ton meningkat menjadi 12 ton serta kedepannya akan meningkat lagi menjadi 30 ton dan 60 ton . Sementara ini pengembangan cluster industri Hidrolisat Protein Ikan (HPI) baru berkembang di Kabupaten Bintan

“Dengan adanya pengembangan hasil laut lainnya seperti teripang, menjadikan Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan menjadi objek wisata kuliner dan sudah mendapat kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 10 ribu orang per bulan,” kata Riki. (Tra)

 

About Redaksi Fokus Kepri

Check Also

IMG20190404113527-e1554742401638

DPRD Batam Resmi Setujui Ranperda Perubahan RPJMD Tahun 2016-2021

FOKUSKEPRI.COM, BATAM – Sidang paripurna DPRD Kota Batam dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) perubahan Perda …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *